Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2008

Chapter 19: PILIHAN HIDUP
Dear, Kris
First of all, I would like to say many thanks for every good thing happen in between our sweet relationship.  We have rebuilt our broken heart.  We get many more understanding and the real love each other. I am happy to have you in my whole life, Kris.
I have to make [...]

Read Full Post »

Chapter 18: PENGERTIAN
Setelah sekitar sepuluh hari Pak Martin mengikuti program  terapi untuk menyeimbangkan emosi dan kejiwaannya, akhirnya Pak Josep puas dengan progres yang berarti.
Pak Martin menunjukkan itikad dan semangat untuk pulih.  Berbagai program yang meliputi program memori, stress, anger management, kesabaran, sampai dengan program fisik dijalani Pak Martin dengan tujuan kuat untuk pulih.
Aku dan Gadis [...]

Read Full Post »

Chapter 17: GADIS, ISTRIKU
Gadis istriku. Unik dan punya kepribadian kuat. Dia sedang hamil kurang lebih enam bulan usianya, namun masih bisa bergerak gesit. Hebatnya, dia tidak pernah mengeluh sekecil apapun selama kehamilannya.
Ngidam? Sepertinya dia tidak pernah mengenal kata yang satu itu. Aku pun tidak pernah direpotkan dengan kata itu.
Yang paling [...]

Read Full Post »

Chapter 16: TRAGEDI
Tragedi ini adalah bagian dari kehidupanku yang paling aku tidak sukai. Walaupun tragedi ini tidak langsung menimpaku, namun imbasnya mampu menyeretku kedalam luka hati yang menyayat. Luka hati baru yang membuncah dari koyakan luka sebelumnya.
Aku ingin sekali untuk tidak peduli dengan kejadian saat ini. Aku ingin sekali untuk bisa menganggap kejadian ini [...]

Read Full Post »

Chapter 15: PERPECAHAN
Hari Minggu pagi aku dan Pak Martin berencana untuk lari pagi di tepi pantai. Karena jarak tempuhnya cukup jauh untuk ke sana, maka sepagi buta ini aku dan beliau sudah bersiap diri.
Gadis masih tidur di kamarnya. Dia tidak bergabung jogging kali ini karena ada urusan dengan teman kantornya. Pak Martin [...]

Read Full Post »

Chapter 14: MALAM PERTAMA
Aku tergeragap bangun tidur saat dering handphone-ku menghentak gendang telingaku. Kujawab dengan masih malas sapaan manja Pak Martin. Berkali-kali aku mendengar ocehan kangennya sambil sesekali menguap.
Aku beringsut kaget saat mata malasku tertumpu pada Gadis yang tengah tertidur berselimut di sampingku. Bubar sudah rasa kantukku. Otakku berganti bekerja [...]

Read Full Post »

Chapter: 13. BONGKAHAN KATA HATI
Berjuta kata kata maaf sepertinya belum cukup untuk menguatkan penyesalanku. Aku harus mau bertanggung jawab atas semua akibat yang yang timbul dari keputusanku menikah pura-pura dengan Gadis.
Entah dari mana pastinya aku menemukan setitik kebenaran terbersit dalam hati. Celah kecil di sanubariku membuat cahaya yang menembus ke ruang kesadaranku.
Aku sudah [...]

Read Full Post »